Minggu, 07 Juli 2013

Jangan Menyanyi Di Masjid Setelah Adzan Di Kumandangkan


Entah kapan dimulai adanya ”nyanyian” di dalam masjid setelah adzan di kumandangkan dan siapa yang mempunyai ide tersebut. Yang jelas nyanyian ini sangat mengganggu kekhusukan orang yang sholat  sunnat di masjid. Dan vokalisnya pun begitu sangat pedenya melantunkan lagu yang dibawakan walaupun suaranya bikin tikus pada minggat.


Agar lagu yang dibawakan terkesan Islami maka lagu tersebut di namakan Amal-amalan dan untuk pembenaran orang yang membawakan lagu tersebut mereka berdalil sebagai bacaan menunggu orang yang datang ke masjid.

Pembenaran yang di pakai kalau di lihat secara sepintas memang logis tapi benarkah demikian? Apakah tidak ada lagi bacaan lain selain menyanyi setelah adzan di kumandangkan? Apakah di dalam islam tidak ada bacaan yang di anjurkan untuk di baca setelah adzan di kumandang sambil menunggu jamaah datang?

Agama islam telah sempurna di turunkan sejak ribuan tahun yang lalu dan dengan kesempurnaannya itu pasti telah di atur apa yang mesti di lakukan dan dibaca setelah selesai adzan dikumandangkan. Dan bacaan yang paling sempurna di baca setelah selesai sholat sunnat dan sambil menunggu orang dating kemasjid adalah dengan membaca Al –Qur’an. Bukankah satu huruf yang kita baca dalam Al Qur’an juga diperhitungkan oleh Alloh SWT?

Kalau sudah mengetahui kebaikan dalam membaca Al Qur’an kenapa kita mesti mengganggu orang yang khusuk akan beribadah di dalam masjid dengan nyanyian yang tidak dimengerti dan dikarang untuk di nyanyikan? Kalau mau menyanyi jangan di dalam masjid donk! Apalagi sampai mengganggu kuping jamaah dengan suara yang tidak merdu didengar, lebih baik kalau menyanyi silahkan dirumah sendiri biar tikus-tikus di rumah pada minggat mendengar lagu yang dinyanyikan. Piece bro….(Alfuad Gapuki) 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar